Selasa, 30 Juli 2013

Tafsir Bebas Qur'an Surat at-Taubah:97

About Al-Qur'an Surat Attaubah: 97 
 الأعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلا يَعْلَمُوا حُدُودَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (٩٧) 
Terjemahan Umum QS.at-Taubah: 97. 
Orang-orang Arab Badui itu[9] lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya[10], dan sangat wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya[11]. dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. 

 TAFSIR JALALAIN 

 "[9] Orang-orang Badui adalah orang-orang Arab yang berdiam di padang pasir yang hidupnya selalu berpindah-pindah. 
[10] Daripada penduduk kota atau kampung karena sifat kasar mereka, dan tabi’at mereka yang keras serta jauhnya mereka dari mendengarkan Al Qur’an; dari mengetahui syari’at maupun hukum-hukum Islam. Berbeda dengan penduduk kota atau kampung, di mana mereka dekat dengan ilmu agama, oleh karenanya mereka memiliki bayangan mana yang baik dan ada keinginan mengerjakan kebaikan karena banyak mengetahui jalan-jalan kebaikan, tabi’at mereka lembut, dsb. Meskipun demikian, di daerah kota dan badui ada saja orang-orang kafir dan munafik.
 [11] Berupa hukum-hukum dan syari’at. 

TAFSIR DEPAG 

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taubah 97 

Allah swt. menjelaskan dalam ayat ini bahwa kekafiran dan kemunafikan orang-orang Arab Badui itu lebih hebat daripada kekafiran dan kemunafikan orang-orang Arab yang telah berbudaya yang hidup menetap di kota-kota dan di desa-desa. Orang Arab Badui itu hidup di padang pasir, selalu berpindah-pindah dalam lingkungan alam yang tandus, jauh dari sebab-sebab kemajuan, dan jauh dari bimbingan para ulama sehingga mereka jarang mendapatkan pelajaran mengenai Alquran dan Hadis. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila mereka itu tidak mengetahui hukum-hukum yang telah diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dalam keterangan ini terdapat suatu sindiran bagi orang-orang yang hidup di kota, bahwa mereka itu seharusnya lebih berpengetahuan dan lebih berkemajuan dari orang-orang Badui. Sebab mereka itu senantiasa bergaul dan mendapat pelajaran dari kaum cendekiawan. Apabila tidak demikian halnya, maka samalah mereka ini dengan orang-orang Badui yang hidupnya mengembara dan jauh dari bimbingan para ulama. Ibnu Kasir mengatakan bahwa orang-orang Arab Badui itu bersifat kasar dan keras, maka Allah mengutus seorang rasul pun dari kalangan mereka itu. 
Dalam hal ini Allah swt. telah berfirman: وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى Artinya: Kami tidak mengutus sebelum kamu melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. (Q.S. Yusuf: 109) Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia sangat luas pengetahuan-Nya mengenai hal-ihwal hamba-Nya, beriman atau pun kafir, jujur maupun munafik, dan Dia amat bijaksana dalam menetapkan syariat dan hukum-hukum-Nya dan dalam memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya, baik berupa surga Jannatunnaim atau pun azab neraka yang amat pedih. 

Terjemahan Dalam Bahasa Inggris

Sahih International
The bedouins are stronger in disbelief and hypocrisy and more likely not to know the limits of what [laws] Allah has revealed to His Messenger. And Allah is Knowing and Wise.
Muhsin Khan
The bedouins are the worst in disbelief and hypocrisy, and more likely to be in ignorance of the limits (Allah’s Commandments and His Legal Laws, etc.) which Allah has revealed to His Messenger. And Allah is All-Knower, All-Wise.
Pickthall
The wandering Arabs are more hard in disbelief and hypocrisy, and more likely to be ignorant of the limits which Allah hath revealed unto His messenger. And Allah is Knower, Wise.
Yusuf Ali
The Arabs of the desert are the worst in Unbelief and hypocrisy, and most fitted to be in ignorance of the command which Allah hath sent down to His Messenger: But Allah is All-knowing, All-Wise.
Shakir
The dwellers of the desert are very hard in unbelief and hypocrisy, and more disposed not to know the limits of what Allah has revealed to His Messenger; and Allah is Knowing, Wise.
Dr. Ghali
The Arabs (of the desert) are more strict in disbelief and hypocrisy, and after not to know the bounds of what Allah has sent down on His Messenger; and Allah is Ever-Knowing. Ever-Wise.

PANDANGAN BEBAS

Pada ayat ini tidak disebutkan secara rinci bahwa yang dimaksud adalah Arab Badui, hanya ada kata "Al arabu". Hal ini tidak bisa dilegitimasi secara serta-merta bahwa yang dimaksud oleh Allah SWT. adalah orang Arab Badui. Kata Arab sendiri mengacu ke suku Arab yang oleh para ahli sejarah disebutkan bahwa suku Arab terdiri dari 3 suku yaitu:
1. Arab Ba’idah
Yaitu bangsa arab yang telah musnah yaitu, orang-orang arab yang telah lenyap jejaknya. Jejak mereka tidak dapat diketahui kecuali hanya terdapat dalam catatan kitab-kitab suci. Arab Ba'idah ini termaksud suku bangsa arab yang dulu pernah mendiami Mesopotamia akan tetapi, karena serangan raja namrud dan kaum yang berkuasa di Babylonia, sampai Mesopotamia selatan pada tahun 2000 SM suku bangsa ini berpencar dan berpisah ke berbagai daerah, di antara kabilah mereka yang termaksud adalah: 'Aad, Tsamud, Ghasan, Jad.
2. Arab Aribah
Yaitu cikal bakal dari rumpun bangsa Arab yang ada sekarang ini. Mereka berasal dari keturunan Qhattan yang menetap di tepian sungai Eufrat kemudian pindah ke Yaman. Suku bangsa arab yang terkenal adalah: Kahlan dan Himyar. Kerajaan yang terkenal adalah kerajaan Saba' yang berdiri abad ke-8 SM dan kerajaan Himyar berdiri abad ke-2 SM.
3. Arab Musta'ribah
Yaitu menjadi arab atau peranakan disebut demikian karena waktu Jurhum dari suku bangsa Qathan mendiami Mekkah, mereka tinggal bersama nabi Ismail dan ibunya Siti Hajar. Nabi Ismail yang bukan keturunan Arab, mengawini wanita suku Jurhum. Arab Musta'ribah sering juga disebut Bani Ismail bin Ibrahim ismail (Adnaniyyun).

Hal ini terlihat jelas bahwa yang dimaksud oleh Qs. at-Taubah:97 adalah suku Aribah.  Beberapa hal berikut mendasari saya mengambil kesimpulan seperti ini yaitu:

1. Tidak mungkin yang dimaksud oleh ayat ini adalah Musta'rabah, karena nabi Muhammad adalah suku quraish yang merupakan keturunan dari Musta'rabah.

2. Kata Arab yang dimaksud di ayat ini umum sehingga jika ditafsirkan menjadi arab badui sungguh picik karena tidak memiliki dasar ilmiah karena orang arab di masa nabi hidup di gurun pasir dan kita semua tau bahwa arab adalah negeri padang pasir.

3. Arab Badui adalah bagian dari Arab Aribah, kata aribah sendiri berarti Arab asli.

Jadi menurut saya terjemahannya tidak usah ditambah-tambahkan, seperti berikut:

"Orang-orang Arab itu lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya dan sangat wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. " 
Bukan berarti menghina orang Arab  tetapi ini adalah sebuah realitas yang dipaparkan oleh Allah secara  jelas. 
 
Mohon maaf ini hanya sebuah perspektif bebas saya terhadap terjemahan Qs. at-Taubah:97. Bagaimana menurut pembaca yang budiman???. Silahkan komentari biar kita diskusikan secara ilmiah.



Senin, 29 Juli 2013

About Alkohol

Tentunya teman-teman pernah memakan tape kan?. Tape ada alkoholnya loh..tapi kok ga mabuk ya?. Ya. itu karena kadar alkoholnya sangat kecil. Apa sebenarnya sih alkohol ? sampai-sampai orang yang minum/makan dalam kadarnya yang banyak kok pada mabuk ya?. 
Alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain. 
Alkohol umumnya berwujud cair dan memiliki sifat mudah menguap (volatil) tergantung pada panjang rantai karbon utamanya (semakin pendek rantai C, semakin volatil). Kelarutan alkohol dalam air semakin rendah seiring bertambah panjangnya rantai hidrokarbon. Hal ini disebabkan karena alkohol memiliki gugus OH yang bersifat polar dan gugus alkil (R) yang bersifat nonpolar, sehingga makin panjang gugus alkil makin berkurang kepolarannya.
Alkohol adalah molekul polar dengan adanya gugus -OH. Gugus fungsi -OH dapat melepaskan proton pada larutan dan dengan demikian alkohol bersifat asam. Pada kasus lain, gugus -OH dapat digantikan. Jadi, reaksi dalam alkohol dapat diklasifikasikan menjadi reaksi yang melibatkan hidrogen asam dan yang melibatkan gugus hidroksi.
Titik didih alkohol relatif tinggi. Hal ini merupakan akibat langsung dari daya tarik intermolekuler yang kuat. Ingat bahwa titik didih adalah ukuran kasar dari jumlah energi yang diperlukan untuk memisahkan suatu molekul cair dari molekul terdekatnya. Jika molekul terdekatnya melekat pada molekul tersebut sebagai ikatan hidrogen, dibutuhkan energi yang cukup besar untuk memisahkan ikatan tersebut. Setelah itu molekul tersebut dapat terlepas dari cairan menjadi gas.
Semakin besar massa molekul relatif alkohol maka titik didih makin tinggi. Titik didih alkohol bercabang lebih rendah daripada alkohol berantai lurus meskipun massa molekul relatifnya sama.